Opo to kui file system? Kalo anda punya komputer, pasti ada partisi harddisk nya kan? Nah kita anggap aja partisi tersebut adalah perpustakaan, yang menyimpan data yang kita anggap buku, dan tiap data memiliki index yang kita anggap katalog. Setiap perpustakaan yang bagus, katalog bukunya juga harus bagus, begitu juga dengan partisi, sistem indexing yang baik akan membuat kita cepat mencari data yang kita butuhkan pada komputer. Nah, file system adalah sistem pemartisian pada komputer. Ada beberapa macam sistem pemartisian pada komputer, namun tidak ada yang paling bagus dan cocok digunakan untuk semua hal. Setiap sistem pemartisian mempunyai tujuan penggunaan sendiri-sendiri.

Sebagai contoh, akan saya perlihatkan sistem partisi pada laptop saya, yang terinstall dual operating system, yaitu Windows 7 dan Arch Linux. Dengan perintah fdisk -l, akan muncul tabel partisi

Disk /dev/sda: 160.0 GB, 160041885696 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 19457 cylinders, total 312581808 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x31a431a3

Device Boot     Start       End             Blocks   Id  System
/dev/sda1            2048    11293694     5645823+   7  HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sda2   *    11294720   140118929    64412105    7  HPFS/NTFS/exFAT
/dev/sda3       140118930   312576704    86228887+   f  W95 Ext’d (LBA)
/dev/sda5   *   140118993   140697269      289138+  83  Linux Ext2
/dev/sda6       140697333   171365354    15334011   83  Linux Ext4
/dev/sda7       171365418   182112839     5373711   83  Linux Ext4
/dev/sda8       182112903   186273674     2080386   82  Linux swap / Solaris
/dev/sda9       186273792   312573951    63150080    7  HPFS/NTFS/exFAT

Di laptop saya ada bermacam2 file system, dan akan saya bahas satu persatu.

1. Pertama adalah NTFS. Menurut wikipedia, “NTFS atau New Technology File System1, merupakan sebuah sistem berkas yang dibekalkan oleh Microsoft dalam keluarga sistem operasi Windows NT, yang terdiri dari Windows NT 3.x (NT 3.1, NT 3.50, NT 3.51), Windows NT 4.x (NT 4.0 dengan semua service pack miliknya), Windows NT 5.x (Windows 2000, Windows XP, dan Windows Server 2003), serta Windows NT 6.x (Windows Vista, Windows 7).” NTFS saya gunakan di partisi untuk Windows, karena memang file system yang paling maju dari Windows adalah NTFS. Pembatasan di NTFS,

Max file size                       16 EB – 1 KB (format)
16 TB – 64 KB (implementation)
Max number of files        4,294,967,295
Max filename length       255 UTF-16 code units
Max volume size              264 clusters – 1 cluster (format)
256 TB (256 × 10244 bytes) – 64 KB (64 × 1024 bytes) (implementation)

2. Yang kedua adalah Linux Ext2. Memang file system ini sudah cukup jadul dan mungkin akan memasuki fase obsolete, Ext2 adalah file system yang paling stabil pada Linux, cocok digunakan untuk partisi berukuran kecil, dan satu-satunya file system yang mendukung untuk partisi /boot terpisah, jadi saya gunakan di partisi /boot di Arch Linux saya. Pembatasan di Ext2,

Max file size                         16 GB – 2 TB
Max number of files         1018
Max filename length        255 bytes
Max volume size               2-32 TB

3. Selanjutnya Linux Ext4. File system ini saya gunakan di /home dan /. Ext4 adalah file system yang paling maju untuk Linux, dan memiliki beberapa keunggulan, antara lain mendukung partisi berukuran besar, pengecekan file system yang lebih cepat, dan system indexing yang paling baik. Namun agak kurang stabil, sehingga kadang-kadang ada kasus data yang hilang atau rusak apabila tidak di-mount atau di-unmount secara benar. Pembatasan di Ext4,

Max file size                         16 TiB (for 4k block filesystem)
Max number of files         4 billion (specified at filesystem creation time)
Max filename length        256 bytes
Max volume size               1 EiB (limited to 16TiB because of e2fsprogs limitation)

4. Yang terakhir adalah swap. Pada sistem operasi Linux, swap berfungsi untuk cadangan memory ketika RAM penuh, dan standar ukuran swap untuk Linux adalah kira2 dua kali ukuran RAM. Karena RAM saya ada 2GB, berarti swap saya harusnya 4GB, namun hanya saya pasang swap 2GB, karena ternyata dengan 2GB pun sudah mencukupi.

Nah, mungkin itu saja yang bisa saya sharing kali ini. Terima kasih! Hehehe